Maraknya Peredaran Tablet Susu Kambing

AKHIR-akhir ini banyak beredar produk tablet susu di berbagai mal. Produk dalam berbagai merek ini juga mudah dijumpai di situs internet. Kalau tidak percaya, gunakan fasilitas search engine, dan ketikkan keyword ’’tablet susu’’. Anda pasti bakal menjumpai ratusan halaman web yang menawarkan iklan tablet susu. Harganya juga bervariasi. Salah satu situs menetapkan harga Rp 84.000 per botol (isi 150 tablet) dan Rp 175.000 (isi 350 tablet). Tidak dijelaskan bagaimana proses pembuatannya, juga komposisi bahan yang digunakan.

Sebagian besar mengklaim bahan baku yang digunakan adalah susu kambing, yang memang terbukti memiliki nutrisi lebih lengkap daripada susu sapi. Tapi tidak dijelaskan, apakah yang digunakan susu kambing Peranakan Ettawa (PE), kambing jawa (kacangan), atau bangsa kambing yang lain. Saya tidak dalam posisi untuk merekomendasikan atau mencegah Anda untuk membeli produk-produk tersebut. Hanya saja, untuk produk pangan, sebaiknya kita memang mesti berhati-hati. Apalagi isu permen susu bermelamin dari China belum lepas dari ingatan kita semua.


Penelitian UGM Barangkali yang perlu ditunggu, dan lebih terjamin, adalah produk tablet susu yang kini sedang dikembangkan Tim Peneliti Fakultas Peternakan UGM. Orientasinya memang bukan pasar, sebagaimana yang ditawarkan situs-situs di internet, melainkan upaya mulia untuk mengatasi malnutrisi bagi anak-anak. ’’Susu tablet merupakan susu cair yang dipadatkan dalam bentuk seukuran permen. Kandungan gizi dalam susu tablet sama baiknya dengan segelas susu cair yang biasa dikonsumsi anak-anak,’’ kata Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Dr Ir Tri Yuwanta SU DEA. 

Keuntungannya, susu tablet dapat diminum kapan pun dan di mana pun. Berbeda dengan susu cair yang hanya mampu bertahan dua jam dalam ruangan terbuka. Selain itu, susu tablet mudah dibawa ke mana-mana, termasuk dimasukkan dalam saku seragam sekolah anak-anak. Setiap satu liter susu cair bisa dibuat menjadi 10-15 tablet susu, tergantung ukuran ’’permen’’ yang diinginkan. Dengan mengonsumsi 3-5 tablet sehari, sudah cukup memberi asupan gizi dalam tubuh anak-anak. Bahan baku terbaik untuk pembuatan tablet susu adalah susu kambing PE. Sebab kandungan gizinya lebih baik daripada susu sapi perah.

Kandungan albumin pada susu kambing PE, misalnya, 15 persen lebih tinggi daripada sapi perah. Begitu pula kandungan dan kelengkapan unsur mineralnya. Menurut rencana, susu tablet akan diproduksi tahun ini juga. Fapet UGM kini sedang menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (BPPHP), Departemen Pertanian. Apabila terealisasi, susu tablet dapat dikirim ke wilayah mana pun di Indonesia, terutama di kawasan dengan gizi buruk.

Proses Pembuatan Sebenarnya Anda juga bisa membuat sendiri tablet susu, atau boleh juga disebut permen susu. Pembuatannya relatif mudah, karena hanya dengan merebus selama lima jam saja sudah menjadi permen yang siap dipasarkan. Caranya, rebuslah susu kambing (terutama PE) bersama gula pasir. Setiap 1 liter susu bisa ditambah dengan 800 gram gula pasir. Anda bisa mengatur sendiri rasio gula pasir dan susu kambing, karena selera produsen dan konsumen terhadap tingkat kemanisan permen berbeda-beda. Proses perebusan dilakukan di dalam wajan, agar memudahkan kita dalam mengaduk-aduknya. Sebab selama perebusan, kita harus kerap mengaduknya. Terutama menjelang finishing (lima jam kemudian), di mana cairan mulai mengental.

Prosesnya hampir serupa dengan pembuatan dodol atau jenang. Biasanya, setiap 10 liter susu kambing bisa menjadi 3 kg adonan kental. Setelah mengental, kita tinggal membentuknya. Adonan yang kental bisa dicetak sehingga berbentuk tablet, tetapi bisa juga dikemas dalam bungkus permen.

Tablet susu atau permen susu kambing memiliki banyak manfaat:
Pertama, susu kambing itu sendiri bagus untuk menjaga kesehatan maupun menyembuhkan berbagai penyakit. Menurut riset United States Departement of Agriculture (USDA), susu kambing sangat dianjurkan untuk penderita TBC, asma, anemia, hepatitis, kram otot dan tukak lambung. Tidak sedikit kalangan medis yang melakukan terapi kepada pasiennya dengan menggunakan susu kambing.

Kedua, permintaan konsumen terhadap produk permen susu cukup tinggi. Fakta inilah yang kemudian dimanfaatkan China, dengan memasok puluhan merek permen susu, meski belakangan bermasalah karena produk-produk itu mengandung melamin. 

Ketiga, segmen pasar permen susu sangat luas, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Keempat, pembuatan permen susu dapat menolong para peternak kambing PE, terutama yang masih kesulitan memasarkan produk susunya.

Kelima, permen susu dapat disimpan untuk jangka waktu setahun, dan mudah dibawa ke mana-mana. Dengan demikian, seperti kata Tri Yuwanta, kita bisa menikmatinya kapan saja dan di mana saja.

Sumber: Suara Merdeka

No comments:

Post a Comment